Latest Post


Jejaring, Pasaman Barat (SUMBAR)___ Polres Pasaman Barat (Pasbar) menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) di halaman Mapolres setempat. Rabu (15/4/2026).

Personel yang dilibatkan dalam latihan Dalmas tersebut sebanyak 120 orang, yang terdiri dari tim Negosiator, dalmas awal dan dalmas lanjutan serta tenaga Kesehatan lapangan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kabag SDM Polres Pasaman Barat Kompol Tarpi Niswar selaku koordinator mengatakan bahwa kegiatan latihan dalmas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa hingga kerusuhan.

Latihan ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pengingat kembali materi yang telah diterima personel saat pendidikan.

“Hal ini penting kita lakukan guna memastikan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pengendalian massa tetap terasah dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku,” ujar Kompol Tarpi Niswar.

Kabag SDM melanjutkan, fokus kegiatan adalah penguatan formasi dalmas awal dan lanjutan, penggunaan perlengkapan dalmas secara tepat, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan terukur.

Latihan ini penting untuk memastikan bahwa personel Polres Pasaman Barat siap menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa, sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Dengan latihan yang intensif, diharapkan personel kita dapat bertindak profesional, proporsional, dan efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tidak menjurus ke tindakan yang anarkis,” lanjutnya.

Kabag SDM menegaskan bahwa latihan dalmas ini bukan hanya sekadar kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental dan respons personel terhadap dinamika di lapangan.

“Latihan ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi situasi kerumunan massa. Pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama kami, sesuai dengan kebijakan Polri yang Presisi,” tegasnya.

Personel Polres Pasaman Barat juga dilatih untuk mampu membedakan pendekatan yang digunakan dalam setiap situasi, termasuk menjalin komunikasi yang efektif dengan koordinator aksi agar situasi dapat dikendalikan.

Kompol Tarpi menambahkan bahwa, latihan Dalmas akan terus dilakukan secara berkala agar setiap personel tetap siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.

“Dengan latihan rutin seperti ini, kami harapkan respons anggota dilapangan akan semakin sigap, namun tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” pungkasnya. 

#Ril 

 
Jejaring, Pasaman Barat (SUMBAR)___ Polres Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pencurian dan pembunuhan terhadap pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Khoiron Lubis (65) warga Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, dalam reka ulang tersebut, tersangka utama NJ (39) alias Ucok memperagakan total 36 adegan.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Pasaman Barat pada Senin (13/4/2026) menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung, sementara peran korban digantikan oleh pemeran pengganti.

Guna menjaga transparansi dan aspek legalitas, gelar rekonstruksi ini turut dihadiri oleh Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat serta advokad/kuasa hukum pelaku.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Vario Nomor Polisi BK 3791 ALR yang warna motor tersebut telah dimodifikasi pelaku, dan satu unit handphone milik korban merk Samsung A05, satu unit powerbank merk lentifen warna hitam dan satu buah pisau milik korban serta satu stel pakaian pelaku pada saat kejadian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi, S.H mengatakan bahwa rekonstruksi dilakukan di halaman Mapolres untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses rekonstruksi.

“Tersangka dihadirkan langsung, sementara korban diperankan oleh pengganti. Rekonstruksi sengaja kami gelar disini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Iptu Suardi menjelaskan, awalnya penyidik merancang 28 adegan. Namun dalam pelaksanaan, jumlahnya berkembang menjadi 36 adegan untuk menyesuaikan dengan fakta kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

“Sebanyak 36 adegan telah diperagakan oleh tersangka, tentu hal ini akan mempermudah penyidik dalam mengungkap fakta yang sebenarnya terkait perbuatan pelaku ini,” katanya.

Dalam rekonstruksi tersebut, diperagakan rangkaian kejadian mulai dari saat tersangka mendatangi pondok kebun milik korban hingga peristiwa pencurian yang diawali pembunuhan terhadap korban.

“Terkait Motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka terhadap perlakuan korban, karena upah kerja pruning di kebun kelapa sawit milik korban sejak tahun 2022 sampai tahun 2024 sebanyak Rp. 8 juta tidak dibayarkan,” ujar Iptu Suardi.

Dari hasil rekonstruksi, didepan Jaksa penuntut umum, pelaku NJ mengakui bahwa, pelaku merencakan perbuatannya pada tanggal 2 Februari 2026 pada saat pelaku NJ sedang memikirkan dimana mendapatkan uang untuk biaya hidup dan membayar uang sekolah anak.

Kemudian pelaku teringat bahwa uang pelaku yang ada pada korban sebesar Rp. 8 juta yang merupakan uang upah pelaku selama bekerja dengan korban yang tidak mau membayarkan, dengan dasar itulah timbul niat pelaku untuk membunuh korban.  

“Tersangka masuk kedalam pondok dengan mencongkel pintu dan langsung mengayunkan balok kayu yang dipegangnya dan mengenai kepala korban, seketika korban langsung jatuh tersungkur,” ujar KBO Reskrim.

Setelah tersungkur, pelaku NJ langsung mencekik leher korban untuk memastikan korban tidak bernyawa. Tidak hanya sampai disitu, didalam pondok tersebut pelaku juga mengambil uang yang berada di kantong celana korban yang tergantung sebesar Rp. 60 ribu, mengambil kunci sepeda motor, handphone dan powerbank milik korban.

“Setelah kejadian tersebut, pelaku NJ langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor hasil curiannya ke Payabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.  

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok kebun milik korban, di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Polisi menyebut, setelah kejadian, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro, mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Kampung Baru Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan. 

"Petugas langsung menuju lokasi, dan berhasil meringkus pelaku, saat itu sedang berada di sebuah warung kopi di pinggir Jalan Lintas Silaping Nagari Batahan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB," sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 459 Jo Pasal 458 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana.

Tersangka terancam hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun.

Ditempat terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memastikan bahwa seluruh proses penyidikan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jajarannya terus melengkapi alat bukti serta mempercepat penyelesaian berkas perkara guna memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

“Kami menegaskan bahwa Polres Pasaman Barat terus melakukan asistensi dan pengawasan yang ketat terhadap penanganan kasus-kasus menonjol di wilayah hukum Polres Pasaman Barat,” tegas AKBP Agung. 

#Humas/Riny

 
Jejaring, Pasaman Barat (SUMBAR)____ Kepolisian Sektor (Polsek) Kinali, Resor Pasaman Barat menindaklanjuti laporan masyarakat serta melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), terkait dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama.

Peristiwa tersebut terjadi di Tampunik Nagari Mudik labuah, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Petugas mendapat laporan dari masyarakat melalui layanan hotline bebas pulsa 110, terkait adanya dugaan peristiwa penganiayaan," kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, Kamis (9/4/2026).

Dijelaskan Kapolsek, menindaklanjuti laporan dari masyarakat, personel Polsek Kinali langsung bergerak cepat ke TKP untuk meredam konflik agar tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas yang lebih luas di tengah masyarakat.

"Sewaktu personel Polsek Kinali sampai di TKP, diduga para pelaku maupun pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut sudah tidak berada di lokasi, dan situasi Kamtibmas terdapat aman dan kondusif," ungkapnya.

Diterangkan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/4/2026), sekitar pukul 21.00 WIB di rumah korban bernama Muharnis (56) yang berada di Tampunik Nagari Mudik Labuah, Kecamatan Kinali.

"Korban diduga mengalami penganiyaan yang diduga dilakukan oleh SL (54) dan beberapa orang lainnya," terangnya.

Lanjutnya, korban telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasaman Barat dengan Laporan Polisi Nomor:LP/B/81/IV/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumatera Barat, tanggal 8 April 2026.

"Korban telah di visum dan perkara tersebut sedang dalam proses penyidikan di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat," pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing.

"Jika ada gangguan Kamtibmas, segera melaporkan ke Mapolsek terdekat maupun Polres Pasaman Barat atau bisa melalui layanan hotline 110 ," imbaunya. 

#Humas/Riny

Jejaring, Pelalawan (RIAU)___ Bupati Zukri bersama Wabup Husni Tamrin megikuti pelaksanaan Sholat IED di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci, Sabtu ( 21/3/2026 ). Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, SE, Kapolres Pelalawan AKBP. John Louis Letedara, SIK, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Jemaah Sholat IED yang memenuhi Lapangan Mini Soccer.

Walau langit terlihat mendung dan sedikit gelap, pelaksanaan Sholat IED dilapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci tetap berjalan lancar dan sukses, masyarakat terlihat sangat antusias berbondong-bondong berdatangan memenuhi lapangan Mini Soccer yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pelalawan, untuk melaksanakan Sholat IED menyambut Hari Raya Aidil Fitri 1447 H, 2026 M. Hari kemenangan bagi umat muslim yang telah melaksanakan puasa sebulan penuh.

Pada kesempatan itu, Bupati Zukri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Beliau bersama Wabup Husni Tamrin bercita-cita untuk membuat masyarakat Kabupaten Pelalawan maju dan sejahtera, " menyantuni anak yatim, memperhatikan orang miskin, memberi kehidupan yang layak dan lebih baik kepada masyarakat Pelalawan, bagaimana Kabupaten Pelalawan semakin maju, ini semua merupakan keinginan dan mimpi kami, semoga doa dan cita-cita mulia ini diterima dan di ijabah oleh Allah SWT ". Tutup Bupati.

#Dien

 
Jejaring.id, Jakarta___ Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, Republik Federasi Rusia kembali menegaskan perannya sebagai jembatan persahabatan antar-bangsa melalui pengumuman resmi penyelenggaraan _International Festival of Youth_ (IFY) 2026. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 17 September 2026 di kota Ekaterinburg ini, diprediksi akan menjadi magnet bagi ribuan pemimpin muda dari seluruh penjuru dunia.

Keputusan besar ini secara resmi ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin pada akhir Desember 2025, menempatkan IFY 2026 sebagai bagian integral dari proyek nasional _"Youth and Children"_. Dengan slogan inspiratif _"Follow your dream. Together with Russia"_, festival ini bertujuan menciptakan ruang dialog internasional yang terbuka dan jujur bagi generasi masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia, YM Mr. Sergei Tolchenov, kepada sejumlah media pada acara _press-briefing_ bertempat di kediaman Dubes Rusia, Jl. Karet Pedurenan No. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara tersebut dirangkaikan juga dengan buka puasa bersama para staf Kedubes dengan ratusan awak media yang hadir.

Menurut Dubes Sergei Tolchenov, sebanyak 10.000 peserta dari 190 negara akan berkumpul di Ekaterinburg. Komposisinya dibagi secara proposional: 5.000 pemuda dari Rusia dan 5.000 peserta internasional, termasuk delegasi dari Indonesia yang selalu menjadi mitra strategis dalam ajang kepemudaan Rusia. Keunikan festival ini juga terletak pada keterlibatan 1.000 remaja usia 14-17 tahun, memberikan kesempatan bagi tunas-tunas muda untuk mulai membangun jejaring global sejak dini.

Festival ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga platform untuk menampilkan praktik terbaik Rusia dalam berbagai bidang inovasi, seni, dan pendidikan. Rusia ingin menunjukkan wajah aslinya sebagai negara dengan peluang tanpa batas bagi siapa pun yang berani bermimpi.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, yang hadir atas undangan khusus di acara itu, menyatakan dukungan penuh terhadap program inovatif Pemerintah Rusia tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemuda Indonesia dalam IFY 2026 adalah langkah strategis untuk memperluas cakrawala intelektual dan budaya.

"Saya sangat mendukung terselenggaranya _International Festival of Youth 2026_. Ini adalah bentuk diplomasi rakyat _(people-to-people diplomacy)_ yang hakiki. Pemuda kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan global; mereka harus berani tampil di panggung internasional untuk menyuarakan nilai-nilai ke-Indonesiaan sekaligus menyerap ilmu dari peradaban lain," ujar Wilson Lalengke kepada wartawan usai _press-briefing_ di tempat acara.

Tokoh pers nasional itu juga menekankan bahwa Rusia memiliki sejarah panjang dalam menghargai integritas dan kejujuran dalam persahabatan. "Rusia adalah negara yang sangat terbuka bagi mereka yang mau belajar dengan jujur. Melalui festival ini, pemuda Indonesia dapat membangun jaringan yang kokoh tanpa sekat-sekat ideologi yang kaku. Saya mendorong para pemuda di tanah air, dari Sabang sampai Merauke, untuk segera mendaftarkan diri," tambah Wilson Lalengke.

Beberapa lokasi utama yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan festival antara lain kampus Universitas Federal Ural, yang diresmikan oleh Presiden Putin pada tahun 2026 ini, dan Pusat Pameran Internasional Ekaterinburg-Expo. Selain itu, seluruh kota Ekaterinburg akan disulap menjadi “Kota Pemuda Dunia,” dengan konser, program budaya, dan festival yang tersebar di segenap ruang kota, yang memungkinkan penduduk kota untuk merasakan semangat pertukaran internasional.

Festival ini akan didukung oleh 2.000 relawan, yang direkrut secara online melalui situs Dobro.rf hingga 31 Maret 2026. Relawan akan membantu dalam logistik, akreditasi, dukungan delegasi, dan pembuatan konten. Setelah program utama, peserta asing akan bergabung dengan ekspedisi regional di 30 wilayah Rusia, dan untuk pertama kalinya, ekspedisi ke Abkhazia, untuk memperdalam pemahaman budaya dan sejarah.

Pendaftaran untuk ajang bergengsi ini telah dibuka melalui situs resmi WYF dan akan berlangsung hingga 30 April 2026. Partisipasi aktif Indonesia, yang dikoordinasikan melalui _Indonesia National Preparatory Committee_ (INPC), diharapkan dapat kembali mencatatkan sejarah sebagaimana kesuksesan delegasi Indonesia pada _World Youth Festival 2024_ di Sirius.

Bagi generasi muda, IFY 2026 adalah undangan untuk melihat dunia dengan perspektif baru. Sebagaimana pesan yang dibawa festival ini, kini adalah saatnya bagi setiap individu untuk menemukan panggilan hidupnya dan mewujudkan impian bersama masyarakat dunia yang lebih harmonis. Ekaterinburg sudah siap menyambut masa depan; pertanyaannya, siapkah pemuda Indonesia menjadi bagian darinya?

Festival Pemuda Internasional 2026 di Ekaterinburg akan menjadi tonggak sejarah dalam diplomasi pemuda global. Dengan 10.000 peserta, program yang komprehensif, dan ekspedisi inovatif, festival ini mewujudkan semangat persatuan dan kreativitas. Event dunia yang didukung oleh tokoh-tokoh internasional Indonesia seperti Wilson Lalengke ini menjanjikan inspirasi bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka dan bekerja sama demi dunia yang lebih adil dan kooperatif. 

#TIM/Red/Riny

 
Dua Hari Berturut- Turut, Kabar Itu Datang Seperti Hujan yang Tak Sempat Kita Siapkan Payungnya

Oleh: 
Maryulis Max
Rabu, 25 Februari 2026, Afriyandi, jurnalis Metro TV Wilayah Sumatera Barat, berpulang. Sehari berselang, Kamis, 26 Februari 2026, Perdana Putra, jurnalis Kompas.com yang sebelumnya adalah wartawan Harian Haluan, menyusul. Keduanya adalah sahabat saya saat sama-sama melakoni profesi sebagai jurnalis. Dan, keduanya, saya bersaksi, adalah orang-orang baik.

Dua nama. Dua suara. Dua orang yang selama ini saya kenal bukan sekadar pemburu berita, tetapi penjaga makna di balik peristiwa.

Menjadi jurnalis bukan hanya soal hadir di lokasi kejadian, menenteng mikrofon, atau mengetik cepat sebelum tenggat. Ia adalah kerja sunyi: menimbang fakta, menahan opini, menjaga agar kebenaran tidak tergelincir. Dan dalam kerja sunyi itu, mereka pernah berdiri.

Afriyandi dengan dedikasinya di layar kaca.
Perdana Putra dengan ketekunannya merangkai kata di ruang digital. Kepergian dua insan pers dalam dua hari ini, seperti menyisakan jeda yang panjang di ruang redaksi batin kita. Sunyi. Kosong. Dan tak mudah diterjemahkan.

Semoga segala langkah mereka dalam menyuarakan kebenaran menjadi amal yang tak terputus. Semoga Allah SWT menerima seluruh kebaikan mereka, melapangkan kuburnya, dan menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga dikuatkan. Untuk kawan-kawan jurnalis, semoga tetap teguh. Karena pada akhirnya, berita boleh selesai tayang. Tetapi jejak orang-orang yang menuliskannya, tak pernah benar-benar hilang. 

#Maryulis Max

Jejaring, Jakarta___ Tokoh politik Indonesia dan mantan senator DPD RI dari Aceh, Dr. Fachrul Razi, S.I.P., M.I.P., M.Si., M.H., M.I.Kom, telah resmi menyandang gelar doktor ilmu politik dari Universitas Nasional Jakarta setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan panel penguji, bertempat di Menara Universitas Nasional, Selasa (24-02-2026). Disertasinya yang berjudul " Integrasi Politik di Aceh Pasca MoU Helsinki: Studi Pelembagaan Politik Wali Nanggroe (2013-2024)," memberikan analisis yang serius tentang lanskap politik Aceh dan memperingatkan bahwa potensi konflik antara Aceh dan pemerintah pusat tetap sangat tinggi.

Dalam disertasinya, Fachrul Razi berpendapat bahwa perdamaian yang dicapai melalui Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki 2005 antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum sepenuhnya menyelesaikan ketegangan yang mendasarinya. Ia menyamakan situasi tersebut dengan "api yang membara di tumpukan jerami," menunjukkan bahwa meskipun konflik terbuka telah mereda, potensi kekerasan tetap rawan terjadi sewaktu-waktu. Potensi ini diperkuat dengan lemahnya implementasi MoU Helsinki yang belum terwujud secara nyata.

Menurut penelitiannya, akar penyebab ketidakstabilan yang berkepanjangan ini terletak pada kegagalan mencapai rekonsiliasi politik di tingkat akar rumput, khususnya di antara mantan kombatan. Meskipun MoU Helsinki membawa perdamaian dan pengakuan politik ke Aceh, upaya rekonsiliasi sebagian besar terhenti di tingkat elit. Pejuang akar rumput, yang memainkan peran penting dalam konflik, telah ditinggalkan, dengan sedikit upaya yang dilakukan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam tatanan politik dan sosial Aceh pasca-konflik.

*Rekonsiliasi Elit, Pengabaian Akar Rumput*

Fachrul Razi menyoroti bahwa rekonsiliasi politik setelah MoU Helsinki sebagian besar terbatas pada elit Aceh. Pembentukan dan pengakuan lembaga Wali Nanggroe Aceh, termasuk pendirian partai lokal, melambangkan integrasi para pemimpin GAM ke dalam sistem politik. Para elit ini diberikan kekuasaan dan pengaruh yang signifikan, memungkinkan mereka untuk hidup nyaman di bawah pengaturan baru tersebut.

Namun, setelah damai berlangsung, para elit di pusat dan di Aceh gagal memperluas upaya rekonsiliasi ke akar rumput. Mantan kombatan di tingkat desa, yang jumlahnya masih signifikan, dibiarkan tanpa inklusi atau pengakuan yang berarti. Pengabaian ini telah menciptakan kekecewaan dan kebencian yang mendalam di antara mereka yang merasa dikhianati oleh pemerintah pusat dan para pemimpin mereka sendiri.

Disertasi tersebut menyoroti bahwa kekecewaan ini telah menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap Pemerintah Indonesia dan elit GAM. Banyak kombatan akar rumput merasa bahwa pengorbanan yang mereka lakukan selama konflik belum diakui atau dihargai. Sebaliknya, mereka melihat segelintir elit menikmati buah perdamaian sementara para pejuang biasa terus berjuang dengan kemiskinan dan marginalisasi. Hal ini juga ditunjukkan dengan lemahnya komitmen Jakarta dalam mewujudkan janji janjinya.

Fachrul Razi memperingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan tanpa pengawasan, hal itu dapat meningkat menjadi pemberontakan yang lebih keras dan frontal. Kombinasi frustrasi, ketidakpercayaan, dan pengucilan menciptakan lahan subur untuk konflik baru. Ia menekankan bahwa perdamaian yang dicapai di Aceh rapuh dan membutuhkan perhatian mendesak untuk mencegah kembalinya kekerasan.

*Memperkuat Lembaga Wali Nanggroe*

Sebagai solusi, Fachrul Razi mengusulkan penguatan lembaga Wali Nanggroe Aceh yang memiliki kewenangan fungsional dan legitimasi yang kuat. Ia berpendapat bahwa lembaga tersebut tidak hanya harus memegang otoritas struktural eksklusif tetapi juga mengembangkan otoritas substantif yang inklusif. Ini berarti memperluas perannya untuk mengakomodasi kepentingan seluruh masyarakat Aceh, termasuk mereka yang berada di lapisan masyarakat paling bawah sehingga integrasi politik substantif dapat terwujud.

Dengan memperluas cakupan kewenangan lembaga Wali Nanggroe, rekonsiliasi dapat melampaui tingkat elit dan mencapai akar rumput. Hal ini akan memberikan rasa memiliki dan pengakuan kepada para mantan kombatan, mengurangi perasaan pengkhianatan dan marginalisasi mereka. Fachrul percaya bahwa hanya melalui rekonsiliasi inklusif seperti inilah Aceh dapat mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng.

Disertasi Fachrul Razi berfungsi sebagai peringatan bagi pemerintah pusat dan para pemimpin politik Aceh. Perjanjian damai tahun 2005 merupakan pencapaian bersejarah, tetapi tidak berkelanjutan. Tanpa upaya berkelanjutan untuk mengatasi keluhan di semua lapisan masyarakat, potensi konflik akan tetap tinggi.

Penelitiannya menunjukkan bahwa Indonesia harus mengadopsi pendekatan yang lebih holistik terhadap integrasi pasca-konflik. Ini termasuk tidak hanya mengakui lembaga-lembaga seperti Wali Nanggroe tetapi juga memastikan bahwa para pejuang akar rumput terintegrasi ke dalam struktur politik, ekonomi, dan sosial. Kegagalan untuk melakukan hal tersebut berisiko membatalkan kemajuan yang telah dicapai sejak MoU Helsinki.

*Prestasi Akademik dengan Implikasi Politik*

Keberhasilan mempertahankan disertasinya menandai tonggak akademik yang signifikan bagi Fachrul Razi, yang telah lama aktif dalam gerakan politik dan sosial Aceh. Sebagai mantan senator yang mewakili Aceh di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, dan seorang aktivis terkemuka, wawasannya memiliki bobot, baik secara akademis maupun politis.

Gelar doktornya di bidang ilmu politik menambah kredibilitas ilmiah pada keprihatinannya yang telah lama ada tentang perdamaian Aceh yang rapuh. Dengan menggabungkan ketelitian akademis dengan pengalaman politik langsung, Fachrul Razi memberikan perspektif unik tentang tantangan yang dihadapi Aceh dan Indonesia.

Perolehan gelar doktor dengan predikat Sangat Memuaskan oleh Fachrul Razi bukan hanya prestasi pribadi tetapi juga kontribusi bagi pemahaman Indonesia tentang integrasi pasca-konflik. Disertasinya mengungkapkan bahwa potensi konflik di Aceh tetap tinggi karena kegagalan rekonsiliasi akar rumput. Sementara elit telah terintegrasi ke dalam sistem politik, para pejuang biasa tetap terpinggirkan, sehingga menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan.

Solusinya, menurut Fachrul Razi, terletak pada penguatan lembaga Wali Nanggroe agar lebih inklusif dan representatif bagi seluruh masyarakat Aceh. Hanya dengan mengatasi keluhan masyarakat akar rumput, Aceh dapat mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng.

Penelitian itu hakekatnya merupakan pengingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang tetapi juga kehadiran keadilan, inklusi, dan rekonsiliasi. Bagi Aceh dan Indonesia, tantangannya jelas: mengubah perdamaian yang rapuh menjadi stabilitas yang langgeng dengan memastikan bahwa tidak seorang pun tertinggal. 

#TIM/Red 

Jejaring, Rabat (MAROKO)___ Pemerintah Maroko meluncurkan program bantuan besar bagi masyarakat yang terdampak kondisi cuaca ekstrem selama dua bulan terakhir, khususnya di dataran Gharb dan Loukkos. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung dari Raja Mohammed VI, yang menekankan pentingnya menjaga keselamatan rakyat serta memperbaiki kondisi hidup mereka.

Perdana Menteri Maroko mengeluarkan dekret yang menetapkan peristiwa cuaca ekstrem ini sebagai bencana nasional. Empat provinsi yang paling terdampak – Larache, Kénitra, Sidi Kacem, dan Sidi Slimane – dinyatakan sebagai daerah bencana. Keputusan ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan dan mengambil langkah regulasi yang diperlukan.

Program bantuan dan dukungan ini memiliki anggaran sebesar 3 miliar dirham. Anggaran tersebut disusun berdasarkan evaluasi mendalam mengenai dampak ekonomi dan sosial akibat cuaca ekstrem. Program ini mencakup beberapa fokus utama.

Pertama, bantuan perumahan dan pemulihan ekonomi. Program ini mencakup rehabilitasi rumah dan usaha kecil yang terdampak, rekonstruksi rumah yang roboh, dan bantuan atas kehilangan pendapatan. Total anggaran yang disediakan sebesar 775 juta dirham.

Kedua, bantuan darurat dan kebutuhan pokok. Bantuan diberikan kepada seluruh warga terdampak dalam bentuk barang. Hal ini merupakan bentuk upaya penguatan intervensi darurat di lapangan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Total anggaran: 225 juta dirham.

Ketiga, dukungan bagi petani dan peternak. Bantuan khusus ini diperuntukan bagi sektor pertanian dan peternakan yang mengalami kerugian besar. Total anggarannya sebesar 300 juta dirham.

Berikutnya adalah bantuan dana di bidang investasi infrastruktur. Program itu berbentuk rehabilitasi jalan dan infrastruktur hidro-pertanian. Juga perbaikan jaringan dasar yang rusak akibat banjir. Total anggaran untuk program nomor empat ini lebih besar dari yang lain, yakni mencapai 1,7 miliar dirham.

Raja Maroko, King Mohammed VI, menekankan agar program ini dijalankan secara cepat, bertanggung jawab, dan menjadi teladan bagi semua. Tujuannya adalah agar warga di daerah terdampak segera kembali pada kondisi hidup normal. Pemerintah diminta memastikan setiap langkah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Cuaca ekstrem yang melanda Maroko telah menyebabkan banjir di lebih dari 110.000 hektare lahan. Akibatnya, hampir 188.000 orang di provinsi Larache, Kénitra, Sidi Kacem, dan Sidi Slimane harus mengungsi. Kerusakan infrastruktur, hilangnya mata pencaharian, serta terganggunya kehidupan sosial-ekonomi menjadi tantangan besar yang kini dihadapi pemerintah.

Program bantuan senilai 3 miliar dirham ini menjadi langkah nyata pemerintah Maroko dalam menanggapi bencana cuaca ekstrem. Dengan arahan langsung Raja Mohammed VI, diharapkan masyarakat terdampak segera memperoleh kembali rasa aman, akses terhadap kebutuhan dasar, serta peluang untuk membangun kembali kehidupan mereka. 

#PERSISMA/Red/Riny

 
Jejaring, Padang (SUMBAR)___ Babinsa Koramil 04/LL Serma Asman, melaksanakan komunikasi sosial bersama masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan TNI dengan Masyarakat di kelurahan Baringin kec, lubuk kilangan kota Padang.Jumat (13/02/26)

Kegiatan yang dilakukan sebelum warga memulai pekerjaan Babinsa memberikan arahan, motivasi, serta pesan-pesan penting terkait keselamatan kerja.

Dalam kesempatan itu, Serma Asman mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga keselamatan diri saat bekerja, terutama dalam aktivitas yang memiliki risiko. Selain itu, Babinsa juga menekankan pentingnya kebersamaan dan saling mendukung antar warga agar setiap pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan lancar,”ujarnya.

Masyarakat menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Babinsa yang senantiasa hadir di tengah mereka.
Komunikasi sosial ini dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran Babinsa diharapkan terus memberikan dampak positif dan menjadi teladan dalam membangun kehidupan sosial yang aman dan harmonis.

#Ril/Riny

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.