Latest Post

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___ Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., mendampingi kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat dalam rangka peresmian ruang praktik siswa sekaligus relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membutuhkan fasilitas praktik memadai untuk menunjang proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan.

Kehadiran Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap berbagai program pembangunan daerah, termasuk sektor pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berkompetensi, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat bersama unsur pemerintah daerah dan para undangan mengikuti rangkaian acara peresmian ruang praktik siswa serta relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie. Peresmian tersebut ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya fasilitas pendidikan tersebut.

Ruang praktik siswa merupakan salah satu fasilitas penting dalam menunjang pendidikan kejuruan. Melalui ketersediaan sarana praktik yang memadai, para siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih optimal, tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie juga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, sehingga lingkungan pendidikan semakin menunjang aktivitas siswa maupun tenaga pendidik.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menunjukkan komitmen Polri dalam membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.

Menurut prinsip pelaksanaan tugas kepolisian, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.

Sektor pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan masyarakat. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang semakin baik, diharapkan para generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, institusi kepolisian, TNI, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembangunan di daerah.

Kehadiran unsur TNI-Polri dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto bersama jajaran Polres Pasaman Barat diharapkan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kabupaten Pasaman Barat.

Melalui peresmian ruang praktik siswa dan relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie ini, diharapkan dunia pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi bersama seluruh elemen bangsa dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. 

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)____Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mengamankan seorang pria berinisial AB beserta satu unit alat berat jenis ekskavator dalam operasi penindakan kasus dugaan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). 
Operasi penegakan hukum ini dilaksanakan di kawasan Jorong Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat (30/10/2026). 

Hingga saat ini, penyidik Kepolisian masih intensif mendalami peran dan keterlibatan AB serta memburu pihak-pihak lain yang diduga menjadi dalang di balik aktivitas eksploitasi sumber daya alam ilegal tersebut.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H melalui Kasat Reskrim, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K mengungkapkan bahwa Korps Bhayangkara bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas pertambangan liar yang merusak ekosistem lingkungan. 

"Peran AB masih kami dalami secara mendalam, termasuk sejauh mana keterlibatannya dalam operasional penambangan tanpa izin ini," ujar Iptu Agung saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).

Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, modus operandi yang digunakan dalam praktik pertambangan ilegal ini tergolong masif karena memanfaatkan alat berat jenis ekskavator, mesin pengolah material atau yang lazim disebut dompeng, serta unit pompa air berkapasitas tinggi. 

Kendati demikian, petugas dilapangan mendapati kondisi tempat kejadian perkara (TKP) dalam keadaan kosong saat petugas tiba untuk mengamankan barang bukti. 

"Saat terakhir kami turun ke lokasi untuk mengamankan barang bukti, tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung," jelasnya.

Selain mengamankan satu unit ekskavator dan memintai keterangan dari AB, penyidik Satreskrim Polres Pasaman Barat juga memperluas cakupan penyelidikan guna menelusuri status kepemilikan lahan yang dijadikan lokasi pertambangan emas liar tersebut. 

Kepolisian belum dapat memastikan siapa pihak yang memegang alas hak atas tanah di kawasan itu, sehingga koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah nagari setempat terus dilakukan.

Dari keterangan sementara yang dihimpun penyidik, aktivitas ilegal ini disinyalir telah beroperasi kurang lebih selama satu bulan terakhir. Meski demikian, aparat penegak hukum tidak langsung mempercayai informasi tersebut dan memilih untuk melakukan verifikasi faktual melalui uji petik data serta pemeriksaan saksi-saksi guna memastikan validitas durasi operasional tambang.

Penyelidikan kini juga difokuskan pada skema kerja dan aliran dana yang melibatkan operator alat berat. Berdasarkan temuan awal di lapangan, operator ekskavator diduga hanya berstatus sebagai pekerja harian atau buruh yang menerima upah dari pihak tertentu. 

Hingga kini, nominal upah, sistem pembayaran, serta identitas pemodal atau pihak yang bertindak sebagai aktor intelektual dan penanggung jawab finansial (cukong) di balik aktivitas PETI ini masih dalam tahap pengembangan penyidikan.

"Penyidik masih bekerja secara maraton untuk melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap secara tuntas jaringan di balik dugaan tambang emas ilegal ini. Perkembangan lebih lanjut penanganan perkara ini akan kami sampaikan secara berkala kepada publik berdasarkan hasil temuan pemeriksaan," pungkas Kasat.

 


Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)____Kepada pejabat yang baru, Kapolres berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan tugas, memahami karakteristik wilayah, serta melanjutkan program kerja yang telah berjalan. Peningkatan profesionalisme, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga menjadi hal penting yang harus terus diperkuat.

Jabatan Kasat Intelkam memiliki peran strategis dalam mendukung deteksi dini, pengumpulan informasi, serta pemetaan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sementara itu, Kapolsek Lubuk Sikaping diharapkan mampu memperkuat pemeliharaan kamtibmas, meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, serta merespons berbagai persoalan keamanan secara cepat dan profesional.

Pergantian jabatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari rotasi personel, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kinerja organisasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan secara optimal.

Dengan kepemimpinan dan tanggung jawab yang dijalankan secara profesional, Polres Pasaman diharapkan semakin mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban serta mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukumnya. 


Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___Keluarga bayi laki-laki berusia delapan bulan, RA, melaporkan dugaan kelalaian medis ke Polres Pasaman Barat setelah korban meninggal dunia usai menjalani rangkaian penanganan dan operasi usus.

Laporan tersebut diterima SPKT Polres Pasaman Barat, Polda Sumatera Barat, pada 28 September 2026 dengan nomor LP/B/243/IX/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumatera Barat.

Kasatreskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan perkara itu masih dalam tahap pendalaman.

“Ya benar, ada laporan terkait kasus tersebut, saat ini sedang didalami,” katanya.

RA merupakan warga Nagari Aua Kuning, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat. Korban dilaporkan meninggal dunia pada 21 September 2026 setelah menjalani rangkaian penanganan medis.

Ibu korban tercatat sebagai pelapor dalam perkara tersebut. Keluarga didampingi kuasa hukum Ahmad Romi.

Menurut Ahmad Romi, sebelum meninggal dunia, RA menjalani operasi usus di RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat. Kepada keluarga, kata dia, sebelumnya disampaikan bahwa tindakan yang dilakukan terhadap usus korban bukan pemotongan, melainkan penyusunan.

Namun, setelah operasi, keluarga menemukan kondisi pada bekas luka operasi yang kemudian disampaikan kepada perawat. Menurut pengakuan keluarga, mereka mendapat penjelasan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang biasa.

Persoalan lain, lanjut Ahmad Romi, terjadi ketika infus korban mengalami masalah pada bagian kaki dan kemudian dilepas. Setelah itu, korban mengalami muntah berwarna hijau dalam jumlah banyak.

Kondisi tersebut kembali disampaikan keluarga kepada perawat. Menurut keluarga, mereka mendapat penjelasan bahwa kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Kondisi korban kemudian mendapat perhatian dari pihak manajemen rumah sakit. Menurut keluarga, setelah melihat keadaan korban, pihak manajemen menyampaikan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat penanganan lebih lanjut dan menyarankan korban segera dirujuk ke Padang.

“Korban kemudian dirujuk ke RSU BMC Padang pada 9 September 2026. Namun, menurut keluarga, tindakan medis tidak dapat dilakukan di rumah sakit tersebut karena keterbatasan peralatan,” imbuh Ahmad Romi.

Korban selanjutnya dialihkan ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan medis.

Ahmad Romi mengatakan, saat menjalani penanganan di RSUP Dr. M. Djamil, keluarga mengaku memperoleh informasi bahwa terdapat bagian usus korban yang telah dipotong dalam tindakan medis sebelumnya.

Menurut keluarga, informasi tersebut berbeda dengan penjelasan yang sebelumnya mereka terima terkait tindakan operasi.

Rangkaian kejadian tersebut kemudian menjadi dasar keluarga membuat laporan kepada kepolisian. Ahmad Romi berharap laporan tersebut diproses untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur dalam penanganan medis terhadap korban.

“Kami berharap laporan ini segera diproses agar persoalannya terang dan tidak muncul korban serupa,” kata Ahmad Romi.

Ia menyebut terdapat dugaan tindakan medis yang tidak dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum serta pemeriksaan medis dan pihak yang berwenang.

Sementara itu, Direktur RS Islam Ibnu Sina Simpang Empat, dr. Meri Herliza, MARS, FISQua, C.Med, CRP, mengatakan pihak rumah sakit belum menerima surat komplain dari keluarga pasien.

“Kami belum menerima surat komplain dari keluarga pasien, sehingga belum bisa memberikan komentar,” ujar dr. Meri Herliza.

Laporan keluarga tersebut mengaitkan dugaan kealpaan tenaga medis dengan Pasal 440 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Perkara tersebut kini masih dalam tahap pendalaman Satreskrim Polres Pasaman Barat. Ada atau tidaknya kelalaian medis maupun pelanggaran SOP akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berjalan.

  

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___ Kepedulian tak sekadar kata, nyata dibuktikan. Polres Pasaman Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga anak penyandang disabilitas yang menjadi korban tindak asusila, di Jorong Ulu Bondar, Nagari Brastagi Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, pada Selasa (22/9/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud perhatian langsung dari Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., yang disampaikan melalui Kasatreskrim, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K.

“Hari ini kita menyalurkan paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur ayam, mie instan dan kebutuhan pangan lainnya. Semoga ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga korban,” ujar Kasatreskrim.

Tak sekadar bantuan materi, kehadiran personel juga ditujukan untuk merangkul dan menghibur korban yang masih berjuang pulih dari luka batin. Kanit PPA, Ipda Admi Pandowita, beserta tim turut memberikan pendampingan guna mendukung pemulihan mental dan psikologis korban pasca peristiwa yang menyayat hati tersebut.

“Kami masih fokus mendampingi pemulihan kondisi psikis korban. Keluarga juga kami dorong untuk senantiasa memberikan kasih sayang dan perhatian penuh dalam proses pemulihan ini,” tambah Iptu A. Agung.

Kehadiran jajaran Polres disambut haru oleh keluarga korban. Rani, kakak korban, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar keadilan ditegakkan sepenuhnya.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Kapolres beserta jajaran. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kami. Dan kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Rani dengan suara bergetar.

Hingga kini, proses hukum terus berjalan. Penyidik Satreskrim masih menelusuri dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian guna mengungkap fakta seutuhnya dan memastikan keadilan bagi korban.

 

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___ Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Batang Umpai, Nagari Air Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Pasaman Barat menyampaikan pesan kamtibmas serta sosialisasi mengenai pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Melalui jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), Polres Pasaman Barat mengajak masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Pemeliharaan kamtibmas pada dasarnya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan kepedulian masyarakat di lingkungan masing-masing. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan pembinaan serta penyampaian pesan-pesan kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan. Karhutla tidak hanya dapat menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila asap dan dampaknya meluas.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran di kawasan hutan maupun lahan.

Sosialisasi karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar ikut menjaga lingkungan. Pencegahan sejak dini dinilai penting karena penanganan kebakaran akan jauh lebih sulit apabila api telah meluas dan menjangkau area yang lebih besar.

Polres Pasaman Barat juga mengingatkan pentingnya masyarakat segera memberikan informasi apabila menemukan adanya kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Dengan adanya laporan yang cepat, aparat terkait dapat melakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Selain persoalan karhutla, pesan kamtibmas juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diajak menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, meningkatkan kepedulian antarwarga serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Kondisi lingkungan yang aman dan kondusif tentunya akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan jajaran Polres Pasaman Barat tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan secara langsung kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai informasi mengenai keamanan, ketertiban dan perlindungan lingkungan dapat disampaikan secara lebih mudah kepada warga.

Masyarakat diharapkan dapat meneruskan pesan-pesan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian maupun pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Polres Pasaman Barat terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekaligus menjaga kelestarian alam. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah nagari, tokoh masyarakat dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan wilayah yang aman serta mengantisipasi potensi bencana maupun gangguan kamtibmas.

Dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak awal serta situasi kamtibmas di wilayah Pasaman Barat, khususnya di kawasan Batang Umpai Nagari Air Gadang, tetap aman, tertib dan kondusif.

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___ Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melakukan aksi bagi-bagi masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) ini sekaligus menjadi upaya aparat Kepolisian untuk mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.

Pembagian masker dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., yang turun ke jalan didampingi para Pejabat Utama (PJU) dan personel Kepolisian. Sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama para pengguna jalan di beberapa titik strategis, seperti Bundaran Simpang Empat, areal perkantoran Jalur 32, serta di depan Mako Polres Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat menjelaskan bahwa aksi ini murni sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah gempungan kabut asap.

“Pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker sebagai perlindungan dari dampak asap yang membahayakan kesehatan,” ujar AKBP Agung Tribawanto.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Imbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat paparan polusi.

Selain menjaga kesehatan, AKBP Agung secara tegas mengingatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah meluasnya Karhutla. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, serta segera melapor jika menemukan titik api.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas semata. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan melalui Call Center 110 atau kantor Kepolisian terdekat apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan,” paparnya.

Lebih lanjut, Kapolres telah menginstruksikan jajaran personel Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke Nagari -nagari memberikan penyuluhan terkait bahaya kebakaran lahan serta edukasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Petugas juga diminta untuk menyosialisasikan sanksi hukum yang tegas bagi para pelanggarnya.

“Personel kami juga menjelaskan ancaman hukuman kepada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 78 ayat (3) Jo ayat (4) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Langkah pencegahan dan peningkatan kewaspadaan ini dinilai sangat krusial, mengingat kabut asap Karhutla tidak hanya melumpuhkan jarak pandang dan aktivitas warga, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Ke depannya, Polres Pasaman Barat berkomitmen akan terus menyiagakan personel untuk mengingatkan warga menjaga kesehatan selama kabut asap masih melanda, serta meminta masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang terkait situasi Karhutla di wilayah Pasaman Barat. 

(HumasResPasbar)

 

Jejaringnews, Pasbar (SUMBAR)___ Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Langkah preventif tersebut dilakukan dengan turun langsung ke tengah masyarakat untuk membagikan masker kepada warga, khususnya pengguna jalan dan masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Pasaman Barat. 

Kapolres bersama personelnya terlihat turun langsung menyambangi pengguna jalan. Masker diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus imbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap. 

Sejumlah lokasi strategis menjadi sasaran kegiatan tersebut, di antaranya Bundaran Simpang Empat, kawasan perkantoran Jalur 32, serta kawasan di depan Mako Polres Pasaman Barat. Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di luar rumah, terutama para pengguna jalan. 

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjaga kesehatan. Warga yang harus berada di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai salah satu upaya perlindungan dari paparan asap.

“Pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya yang masih harus beraktivitas di luar rumah. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker sebagai perlindungan dari dampak asap yang membahayakan kesehatan,” ujar AKBP Agung Tribawanto. 

Selain penggunaan masker, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara. 

Kapolres Ajak Masyarakat Bersama Cegah Karhutla

Tidak hanya berkaitan dengan penanganan dampak kabut asap, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran Polres Pasaman Barat untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.

AKBP Agung Tribawanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan petugas, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas semata. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan melalui Call Center 110 atau kantor Kepolisian terdekat apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan,” tegasnya. 

Untuk memperkuat upaya pencegahan hingga tingkat nagari, Kapolres juga menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara membakar. 

Edukasi tersebut dinilai penting karena kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap aktivitas masyarakat dan kualitas udara.

Polres Pasaman Barat juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap persoalan Karhutla sebagai masalah yang hanya harus ditangani ketika api sudah muncul. Upaya pencegahan sejak dini, kewaspadaan terhadap titik api serta pelaporan cepat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

Layanan 110 Jadi Jalur Pelaporan

Dalam situasi ketika masyarakat menemukan indikasi kebakaran atau titik api, Polres Pasaman Barat mengimbau agar informasi tersebut segera disampaikan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 atau kantor kepolisian terdekat. 

Respons cepat dari masyarakat diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal sehingga potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Kegiatan turun langsung membagikan masker tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pelayanan Polri yang hadir di tengah masyarakat. Kapolres Pasaman Barat bersama jajarannya tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.

Polres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah preventif selama kondisi kabut asap dan ancaman Karhutla masih menjadi perhatian.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kondisi Karhutla dan kualitas udara.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih maksimal sehingga keselamatan masyarakat, kesehatan lingkungan, dan keamanan wilayah Pasaman Barat dapat terus terjaga.

 
Jejaringnews, Dharmasraya (SUMBAR)___ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Dharmasraya kembali mendapat perhatian serius dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya. Kapolres Dharmasraya bersama personel turun langsung ke lokasi kebakaran di Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, Rabu (9/9/2026).

Kedatangan Kapolres dilakukan setelah adanya pantauan titik api melalui satelit yang mengindikasikan terjadinya kebakaran di kawasan tersebut. Informasi di lapangan menyebutkan, kebakaran telah mulai terjadi sejak Selasa (8/9/2026) sore.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Dharmasraya didampingi jajaran personel, Kapolsek setempat serta Wali Nagari Panyubarangan. Tim langsung mengecek kondisi lahan untuk memastikan sejauh mana kebakaran telah ditangani sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Saat tiba di lokasi, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Petugas masih menemukan sejumlah titik api dan bara yang kembali menyala di beberapa bagian lahan. Tiupan angin diduga membuat bara api berpindah dan memicu munculnya kembali api di kawasan yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan.

Melihat kondisi tersebut, petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam sehingga tidak kembali membesar dan merambat ke kawasan lainnya.

Kapolres Dharmasraya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Pendinginan dan pemantauan terhadap lahan yang telah terbakar juga menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali muncul.

Sementara itu, pada sejumlah bagian lahan yang telah berhasil dipadamkan, petugas memasang garis polisi atau police line. Pemasangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan serta penyelidikan guna mengetahui status kepemilikan lahan dan pihak yang bertanggung jawab atas kawasan tersebut.

Kapolres Dharmasraya juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Menurutnya, aktivitas pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan memiliki risiko besar apabila api tidak terkendali, terlebih saat kondisi lingkungan rawan terjadi kebakaran.

Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan tidak menunggu hingga kobaran api membesar sebelum melaporkannya kepada petugas. Kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.

Karena itu, apabila warga menemukan adanya titik api, asap, maupun indikasi terjadinya kebakaran di kawasan hutan dan lahan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Satgas Karhutla di tingkat jorong maupun nagari yang telah dibentuk.

“Apabila terjadi kebakaran, segera laporkan kepada Satgas di tingkat jorong maupun tingkat nagari yang sudah dibentuk agar segera ditindak,” imbaunya.

Jajaran Polres Dharmasraya bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan yang memiliki potensi karhutla. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga melalui langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Kapolres berharap kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan semakin meningkat. Pemilik lahan juga diminta aktif melakukan pengawasan terhadap lahannya masing-masing sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat hingga kualitas udara. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Jajaran kepolisian mengajak masyarakat Kabupaten Dharmasraya bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dengan kewaspadaan dan laporan cepat dari masyarakat, potensi karhutla diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dilansir dari harianjanews 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.